Rabu, 21 Mei 2014



Nama   :yohanis konda
Nim     :2013210116
Tugas   :etika dan filsafat kepemimpinan
1.kompotensi etika dan filsafat kepemimpinan dalam ilmu pengetahuan
1.Kompetensi Kepribadian
a.Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, social dan budaya bangsa;
b.Penampilan yang jujur, berakhlak mulia, teladan bagi peserta didik dan masyarakat;
c.Menampilkan dirisebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa;
d.Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi pemimpin, dan rasa percaya diri;
e.Menjunjjung tinggi kode etik profesi pemimpin
2.Kompetensi Profesional
a.Menguasai strategi kepemimpinan, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung dalam memimpin suatu organisisi
b.Mengusai standar kompentensi dan kompetensi /bidang pengembangan yang diampu;
c.Mengembangkan kepimpinan yang diampu secara kreatif;
d.Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif;
2  Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Ketrampilan;
a.Speaking Skill, yaitu: keterampilan menyampaikan gagasan/berbicara. Sebagai tenaga kediklatan, diharapkan memiliki keterampilan berbicara, bagaimana mengungkapkan gagasan dan pendapat dengan baik, serta memberikan pengarahan dengan baik. Keterampilan ini dalam dunia kewidyaiswaraan merupakan kemampuan menyampaikan materi pelajaran dengan baik (transfer expert). Oleh karenanya, tenaga kediklatan diharapkan agar dapat berkomunikasi secara efektif. Untuk itu diperlukan penguasaan, tidak hanya keterampilan berkomunikasi secara verbal, tetapi juga secara non verbal, agar dapat mengkomunikasikan ide dengan jelas dan sistematis, dan jika terpaksa melontarkan kritik tidak sampai menyinggung perasaan peserta diklat, serta mampu merangsang audience (peserta diklat) untuk menanggapi usul yang dikemukakan.                  
b.Thinking Skill, yaitu: keterampilan berpikir/intelektual, merupakan kemampuan untuk mendayagunakan otak dengan optimal. Berpikir merupakan sebuah proses memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan (decision making), memecahkan masalah (problem solving), untuk itu diperlukan kemampuan berpikir kreatif, sistematis, integratif, logis/rasional, jernih, dan kritis. Dengan mengoptimalkan kemampuan berpikir, maka tenaga kediklatan dapat menganalisa kebutuhan diklat, menyusun struktur kurikulum, menyediakan modul kediklatan, dan mendesain program kediklatan yang nantinya dapat menjawab dan memecahkan setiap persoalan di lapangan kerja.
 3Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Sikap / Perilaku;
a.  Kemampuan pribadi, memiliki integritas tinggi, memiliki visi yang jelas, intelegensia tinggi, kreatif dan inovatif, tidak mudah merasa puas, fleksibel dan memiliki kematangan jiwa, sehat jasmani dan rohani, wibawa dan kharismatik, mempunyai idealisme dan cinta tanah air.
b Kemampuan kepemimpinan (Leadership Mastery), memiliki kemampuan memotivasioranglain, membuat keputusan yang cepat dan tepat, mempengaruhi orang lain, mengelolakonflikberoransasi, memimpin tim kerja, mengendalikan stress dan keterampilan berkomunisi
4   Susun / desain model kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang saudara unggulkan dan lakukan dalam uji kompetensi akhir semester (dapat berupa bagan atau yang lain).
(1) kompetensi pribadi,
(2) kompetensi profesi,
(3) kompetensi kemasyarakatan.

Rabu, 07 Mei 2014



KEPEMIMPINAN VISIONER
Visi
1. Mewujudkan aparatur kecamatan yang mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat;
2. Profesional dalam melayani masyarakat dengan cara meningkatkan sumber daya manusia yang menguasai pekerjaan, memiliki loyalitas, komitmen, dan integritas yang tinggi;
3. Melakukan efisiensi terhadap standar pelayanan serta efektif dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi aparatur Kecamatan.
Misi
1. Peningkatan kinerja aparatur pemerintah kecamatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat;
2. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat;
4. Melakukan pembinaan dan fasilitasi terhadap usaha ekonomi kecil, menengah dan koperasi;
           Faktor pendukung

1. Peningkatan kinerja aparatur kecamatan melalui pendidikan dan pelatihan;
2. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui penambahan frekuensi layanan dan kualitas layanan;
3 Melakukan pembinaan dan fasilitasi terhadap usaha ekonomi kecil, menengah dan koperasi dalam upaya meningkatkan keksejah teraan masyarakat;
            Factor penghambat
1.      Kurangnya rasa kepercayaan dir dalam menggapai visi tersebut
2.      Kurangnya kerja sama dari anggota maupun pemimpin
Mengantisipasi factor pendukung agar tidak menimbulkan arogansi
1.      Menciptakan stategi untuk melakukan kompromi terhadap pelayanan public
2.      Mengayomi masyarakat dan memberikan harapan yang pasti.
Mengorganisir factor penghambat agar tidak menimbulkan sifat apatis
            Melakukan tindakan terhadap masyarakat
            Membangun suatu pelayanan berdasarkan visi dan misi.
Untuk mengubah potensi konflik menjadi daya dorong seksesnya visi yaitu kita harus menerima semua resiko dari masyarakat atau anggota ketika menjadi seorang pemimpin, dan jika ada konflik yang terjadi pada saat mengambil sebuah keputusan untuk melekukan perubahan harus memiliki pemikiran yang efektif dan efisien, dalam hal ini kita harus bisa menganggap sebuah konflik tersebut sebagai motivasi untuk lebih baik lagi kedepannya, dan mengayomi masyarakat, memberikan harapan yang nyata terhaadap masyarakat tersebut.karena kita adalah pemimpin yang memimpin bukan pemimpin yang di pimpin.